RAIN


Berdiri menghitung suara air yang berjatuhan ke tanah dan langit terang menjadi gelap. Gerimis telah menjadi hujan. Hari-hari telah dilewatin dengan penuh kegembiraan maupun kepahitan. Sejak satu jam telah sudah hujan aku duduk tepat di kursi sambil melihat hujan yang membasahin tanah yang begitu derasnya. Memikirkan yang seharusnya tidak dipikirkan lagi.

Benar apa yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Dia yang gemar menabur harapan pada semua orang disana-sini itu memang wajib. Semempesona apa pun dia apalah bangga punya wajah rupawan tapi gemar memberi harapan dimana-mana , lebih baik sendiri daripada hanya diberi harapan yang tidak memungkinkan untuk bersama.

Hal yang bodoh pernah dilakukan orang yang melakukan hanya gemar menabur harapan selamanya tidak boleh seenaknya saja, dia kira orang yang telah menaruh hati itu tidak berharap kepadanya, IYAA tentu aja pasti berharap lebih dari apa yang dipikirkan. Dan yang paling menyakiktan adalah seenaknya saja mudah melupakan dan langsung dibuang begitu saja sdan tanpa tidak ada rasa sedikitpun dengan orang yang telah memberi harapan begitu saja.

Namun pada akhirnya orang yang gemar memberi harapan terhadap rasa yang begitu saja akan tidak begitu bahagia suatu saat nanti. Kebahagiaan seseorang seberapa besar orang itu mempunyai cinta yang tulus dan saling menghargain satu sama lain .

Komentar

Posting Komentar